Sabtu, 29 Desember 2012

Latihan Dasar Teater



ARTI TEATER

Secara etimologis/bahasa, kata Teater berasal dari bahasa Yunani yaitu
Theatron
yangartinya gedung pertunjukan atau auditorium tempat mempertontonkan. Sedangkan dalam artiluas, Teater merupakan segala bentuk tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak,itulah teater. Ada juga pengertian teater dalam arti sempit, yaitu drama, kisah hidup dankehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media antara lain : Percakapan,gerak dan tingkah laku yang didasarkan pada naskah tertulis yang ditunjang oleh dekorasi(setting), musik, lighting, make up, nyanyian, tarian, dan lain sebagainya.Dalam teater ada yang disebut dengan akting. Akting tidak hanya berupa dialog saja,tetapi juga berupa gerak atau gesture. Karena logikanya, dialog tanpa gerak maka peluang pesan tersampaikan akan sangat sedikit (tidak maksimal).

Dialog yang baik itu seperti apasiyh? Dialog bisa dikatakan baik, ketika : Dialog itu bisa terdengar (volume baik), jelas(artikulasi baik), dimengerti (lafal benar), dan aktor bisa menghayati (sesuai dengantuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah). Sedangkan gerak yang baik ialah gerak yang terlihat (blocking baik), jelas (tidak ragu-ragu, meyakinkan), dimengerti (sesuai denganhukum gerak dalam kehidupan), dan juga bisa menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peranyang ditentukan dalam naskah).

Penjelasan :
  • Volume suara yang baik adalah ketika suara itu dapat terdengar sampai jauh
  • Artikulasi yang baik adalah pengucapan yang jelas. Setiap suku kata terucap dengan jelas dan terang meskipun diucapkan dengan cepat sekali. Jangan terjadi kata-katayang diucapkan menjadi tumpang tindih atau dengan kesan yang terburu-buru.
  • Lafal yang benar adalah pengucapan kata yang sesuai dengan hukum pengucapan bahasa yang dipakai . Misalnya berani yang berarti "tidak takut" harus diucapkan berani bukan ber-ani.
  • Menghayati atau menjiwai berarti tekanan atau lagu ucapan harus dapat menimbulkankesan yang sesuai dengan tuntutan peran dalam naskah
  •  Blocking ialah penempatan pemain di panggung, diusahakan antara pemain yang satudengan yang lainnya tidak saling menutupi sehingga penonton tidak dapat melihat pemain yang ditutupi.Pemain lebih baik terlihat sebagian besar bagian depan tubuh daripada terlihat sebagian besar belakang tubuh. Hal ini dapat diatur dengan patokan sebagai berikut :
  • Kalau berdiri menghadap ke kanan, maka kaki kanan sebaiknya berada didepan.
  • Kalau berdiri menghadap ke kiri, maka kaki kiri sebaiknya berada didepan.


* Harus diatur pula balance para pemain di panggung. 
Jangan sampai seluruh pemainmengelompok di satu tempat. 
Dalam hal mengatur balance, komposisinya:

  1. Bagian kanan lebih berat daripada kiri
  2. Bagian depan lebih berat daripada belakang
  3. Yang tinggi lebih berat daripada yang rendah
  4. Yang lebar lebih berat daripada yang sempit
  5. Yang terang lebih berat daripada yang gelap
  6. Menghadap lebih berat daripada yang membelakangi

Komposisi diatur tidak hanya bertujuan untuk enak dilihat tetapi juga untuk mewarnaisesuai adegan yang berlangsung. Diantaranya adalah :


  1. Jelas, tidak ragu-ragu, meyakinkan, mempunyai pengertian bahwa gerak yangdilakukan jangan setengah-setengah bahkan jangan sampai berlebihan. Kalauragu-ragu terkesan kaku sedangkan kalau berlebihan terkesan over acting
  2. Dimengerti, berarti apa yang kita wujudkan dalam bentuk gerak tidak menyimpangdari hukum gerak dalam kehidupan. Misalnya bila mengangkat barang yang beratdengan tangan kanan, maka tubuh kita akan miring ke kiri, dsb.
  3. Menghayati berarti gerak-gerak anggota tubuh maupun gerak wajah harus sesuaituntutan peran dalam naskah, termasuk pula bentuk dan usia.

MEDITASI & KONSENTRASI
*Meditasi
Secara umum arti meditasi adalah mencoba untuk menenangkan pikiran. Dalam teater dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk menenangkan dan mengosongkan pikiran dengantujuan untuk memperoleh kestabilan diri.




Tujuan Meditasi :

  1. Mengosongkan pikiran.Kita mencoba mengosongkan pikiran kita, dengan jalan membuang segala sesuatu yangada dalam pikiran kita, tentang berbagai masalah baik itu masalah keluarga, sekolah, pribadidan sebagainya. Kita singkirkan semua itu dari otak kita agar pikiran kita bebas dari segala beban dan ikatan.
  2. Meditasi sebagai jembatan.Disini alam latihan kita sebut sebagai alam "semu", karena segala sesuatu yang kitakerjakan dalam latihan adalah semu, tidak pernah kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari.Jadi setiap gerak kita akan berbeda dengan kelakuan kita sehari-hari. Untuk itulah kitamemerlukan suatu jembatan yang akan membawa kita dari alam kehidupan kita sehari-hari kealam latihan.
Cara meditasi :

  • Posisi tubuh tidak terikat, dalam arti tidak dipaksakan. Tetapi yang biasa dilakukanadalah dengan duduk bersila, badan usahakan tegak. Cara ini dimaksudkan untuk memberi bidang/ruangan pada rongga tubuh sebelah dalam. 
  • Atur pernapasan dengan baik, hirup udara pelan-pelan dan keluarkan juga dengan perlahan. Rasakan seluruh gerak peredaran udara yang masuk dan keluar dalam tubuhkita.
  • Kosongkan pikiran kita, kemudian rasakan suasana yang ada disekeliling kita dengansegala perasaan. Kita akan merasakan suasana yang hening, tenang, bisu, diam tak  bergerak. Kita menyuruh syaraf kita untuk lelap, kemudian kita siap untuk  berkonsentrasi.
Catatan :

Pada suatu saat mungkin kita kehilangan rangsangan untuk berlatih, seolah-olahtimbul kelesuan dalam setiap gerak dan ucapan. Hal ini sering terjadi akibat diri terlalu lelahatau terlalu banyak pikiran. Jika hal ini tidak diatasi dan kita paksakan untuk berlatih, makaakan sia-sia belaka. Cara untuk mengatasi adalah dengan MEDITASI. Meditasi juga perludilakukan bila kita akan bermain di panggung, agar kita dapat mengkonsentrasikan diri kitadengan peran yang hendak kita bawakan.


KOSENTRASI :



Konsentrasi secara umum berarti "pemusatan". Dalam teater kita mengartikannyadengan pemusatan pikiran terhadap alam latihan atau peran-peran yang akan kita bawakanagar kita tidak terganggu dengan pikiran-pikiran lain, sehingga kita dapat menjiwai segalasesuatu yang kita kerjakan.

Cara konsentrasi :
  • Kita harus melakukan dahulu meditasi. Kita kosongkan dulu pikiran kita, dengancara-cara yang sudah ditentukan. Kita kerjakan sesempurna mungkin agar pikiran kita benar-benar kosong dan siap berkonsentrasi. 
  • Setelah pikiran kita kosong, mulailah memasuki otak kita dengan satu unsur pikiran.Rasakan bahwa saat ini sedang latihan, kita memasuki alam semu yang tidak kitadapati dalam kehidupan sehari-hari. Jangan memikirkan yang lain, selain bahwa kitasaat ini sedang latihan teater.Catatan :Pada saat kita akan membawakan suatu peran, misalnya sebagai ayah, nenek, gadis pemalu dan sebagainya, baik itu dalam latihan atau pementasan, konsentrasikan pikiran kita pada hal tersebut. Jangan sekali-kali memikirkan yang lain.

VOKAL dan PERNAPASAN


PERNAPASAN :

Seorang artis panggung, baik itu dramawan ataupun penyanyi, maka untuk memperoleh suara yang baik ia memerlukan pernapasan yang baik pula. Oleh karena itu iaharus melatih pernapasan/alat-alat pernapasannya serta mempergunakannya secara tepat agar dapat diperoleh hasil yang maksimum, baik dalam latihan ataupun dalam pementasan.Ada empat macam pernapasan yang biasa dipergunakan :
  1. Pernapasan dadaPada pernapasan dada kita menyerap udara kemudian kita masukkan ke rongga dadasehingga dada kita membusung. Di kalangan orang-orang teater pernapasan dada biasanyatidak dipergunakan karena disamping daya tampung atau kapasitas dada untuk udara sangatsedikit, juga dapat mengganggu gerak/akting sang aktor, karena bahu menjadi kaku.
  2. Pernapasan perut, Dinamakan pernapasan perut jika udara yang kita hisap kita masukkan ke dalam perutsehingga perut kita menggelembung. Pernapasan perut dipergunakan oleh sebagiandramawan, karena tidak banyak mengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkan dada.
  3. Pernapasan lengkapPada pernapasan lengkap kita mempergunakan dada dan perut untuk menyimpan udara,sehingga udara yang kita serap sangat banyak (maksimum). Pernapasan lengkapdipergunakan oleh sebagian artis panggung yang biasanya tidak terlalu mengutamakanakting, tetapi mengutamakan vokal.
  4. Pernapasan diafragmaDiafragma adalah bagian tubuh kita yang terletak diantara rongga dada dan perut.Sedangkan yang dimaksud dengan Pernapasan diafragma adalah ketika sang aktor itumengambil udara sebanyak-banyaknya kemudian disimpan di diafragma dan rasakan bahwadiafragma itu benar-benar mengembang. 


HaL ini dapat kita rasakan dengan mengembangnya perut, pinggang, bahkan bagian belakang tubuh di sebelah atas pinggul kita juga turutmengembang.Menurut perkembangan akhir-akhir ini, banyak orang-orang teater yang mempergunakan pernapasan diafragma, karena tidak banyak mengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkan dengan pernapasan perut.Latihan-latihan pernapasan :
  1. Pertama kita menyerap udara sebanyak mungkin. Kemudian masukkan ke dalamdada, kemudian turunkan ke perut, sampai di situ napas kita tahan. Dalam keadaandemikian tubuh kita gerakkan turun sampai batas maksimurn bawah. Setelah sampaidi bawah, lalu naik lagi ke posisi semula, barulah napas kita keluarkan kembali.
  2. Cara kedua adalah menarik napas dan mengeluarkannya kembali dengan cepat.
  3. Cara berikutnya adalah menarik napas dalam-dalam, kemudian keluarkan lewat mulutdengan mendesis, menggumam, ataupun cara-cara lain. Di sini kita sudah mulaimenyinggung vokal.
  • Catatan : 

Bila sudah menentukan pernapasan apa yang akan kita pakai, disarankan agar  janganlah beralih ke bentuk pernapasan yang lain.

vokal

Untuk menjadi seorang pemain drama yang baik, maka dia harus mernpunyai dasar vokalyang baik pula. "Baik” di sini diartikan sebagai sebagai berikut :
  1. Dapat terdengar (dalam jangkauan penonton, sampai penonton, yang paling belakang).
  2. Jelas (artikulasi/pengucapan yang tepat),
  3. Tersampaikan misi (pesan) dari dialog yang diucapkan.
  4. Tidak monoton.Untuk mempunyai vokal yang baik ini, maka perlu dilakukan latihan-latihan vokal. Banyak cara, yang dilakukan untuk melatih vokal, antara lain :
  • Tariklah napas, lantas keluarkan lewat mulut sambil menghentakan suara "wah…”dengan energi suara. Lakukan ini berulang kali.
  • Tariklah napas, lantas keluarkan lewat mulut sambil menggumam "mmm…mmm…”(suara keluar lewat hidung).
  • Sama dengan latihan kedua, hanya keluarkan dengan suara mendesis,"ssss…….
  • Hirup udara banyak-banyak, kemudian keluarkan vokal "aaaaa…….” sampai batasnapas yang terakhir. Nada suara jangan berubah.
  • Sama dengan latihan di atas, hanya nada (tinggi rendah suara) diubah-ubah naik turun(dalam satu tarikan napas)
  • Keluarkan vokal “a…..a……” secara terputus-putus.
  • Keluarkan suara vokal “a-i-u-e-o", “ai-ao-au-ae-", "oa-oi-oe-ou",“iao-iau-iae-aie-aio-aiu-oui-oua-uei-uia-......” dan sebagainya.
  • Berteriaklah sekuat-kuatnya sampai ke tingkat histeris.
  • Bersuara, berbicara, berteriak sambil berialan, jongkok, bergulung-gulung, berlari, berputar-putar dan berbagai variasi lainnnya.
Catatan :

Apabila suara kita menjadi serak karena latihan-latihan tadi, janganlah takut. Hal ini biasa terjadi apabila kita baru pertama kali melakukan. Sebabnya adalah karena lendir-lendir di tenggorokan terkikis, bila kita bersuara keras. Tetapi bila kita sudah terbiasa, tenggorokankita sudah agak longgar dan selaput suara (larink) sudah menjadi elastis. Maka suara yangserak tersebut akam menghilang dengan sendirinya. Dan ingat, janganlah terlalu memaksa alat-alat suara untuk bersuara keras, sebab apabila dipaksakan akan dapat merusak alat-alatsuara kita. Berlatihlah dalam batas-batas yang wajar.


ARTIKULASI


Artikulasi :

yang dimaksud adalah pengucapan kata melalui mulut agar terdengar dengan baik dan benar serta jelas, sehingga telinga pendengar/penonton dapat mengerti padakata-kata yang diucapkan. Pada pengertian artikulasi ini dapat ditemukan beberapa sebabyang mongakibatkan terjadinya artikulasi yang kurang/tidak benar, yaitu :
  • Cacat artikulasi alam : cacat artikulasi ini dialami oleh orang yang berbicara gagapatau orang yang sulit mengucapkan salah satu konsonon, misalnya ‘r’, dansebagainya. 
  • Artikulasi jelek ini bukan disebabkan karena cacat artikulasi, melainkan terjadisewaktu-waktu. Hal ini sering terjadi pada pengucapan naskah/dialog.
Misalnya:
  1. Kehormatan menjadi kormatan
  2. Menyambung menjadi mengambung, dan sebagainya.Artikulasi jelek disebabkan karena belum terbiasa pada dialog, pengucapan terlalu cepat,gugup, dan sebagainya. Sedangkan artikulasi menjadi tak tentu : hal ini terjadi karena pengucapan kata/dialog terlalu cepat, seolah-olah kata demi kata berdempetan tanpa adanya jarak sama sekali.

Artikulasi jelek disebabkan karena belum terbiasa pada dialog, pengucapan terlalu cepat,gugup, dan sebagainya. Sedangkan artikulasi menjadi tak tentu : hal ini terjadi karena pengucapan kata/dialog terlalu cepat, seolah-olah kata demi kata berdempetan tanpa adanya jarak sama sekali.Untuk mendapatkan artikulasi yang baik maka kita harus melakukan latihan :
  1. Mengucapkan alfabet dengan benar, perhatikan bentuk mulut pada setiap pengucapan.Ucapkan setiap huruf dengan nada-nada tinggi, rendah, sengau, kecil, besar, dsb. Jugaucapkanlah dengan berbisik.
  2. Variasikan dengan pengucapan lambat, cepat, naik, turun, dsb
  3. Membaca kalimat dengan berbagai variasi seperti di atas. Perhatikan juga bentuk mulut.


GESTIKULASI

Gestikulasi :

adalah suatu cara untuk memenggal kata dan memberi tekanan pada kataatau kalimat pada sebuah dialog. Jadi seperti halnya artikulasi, gestikulasi pun merupakan bagian dari dialog, hanya saja fungsinya yang berbeda. Gestikulasi tidak disebut pemenggalan kalimat karena dalam dialog satu kata dengan satu kalimat kadang-kadangmemiliki arti yang sama. Misalnya kata "Pergi !!!!” dengan kalimat "Angkat kaki darisini !!!". Juga dalam drama bisa saja terjadi sebuah dialog yang berbentuk "Lalu ?” , "Kenapa?” atau "Tidak !" dan sebagainya. Karena itu diperlukan suatu ketrampilan dalam memenggalkata pada sebuah dialog.Gestikulasi harus dilakukan, sebab kata-kata yang pertama dengan kata berikutnyadalam sebuah dialog dapat memiliki maksud yang berbeda. Misalnya: "Tuan kelewatan.Pergi!". Antara "Tuan kelewatan" dan "Pergi" harus dilakukan pemenggalan karena antarakeduanya memiliki maksud yang berbeda. Hal ini dilakukan agar lebih lancar dalammemberikan tekanan pada kata. Misalnya "Tuan kelewatan"....... (mendapat tekanan),“Pergi….” (mendapat tekanan).


INTONASI

Seandainya pada dialog yang kita ucapkan, kita tidak menggunakan intonasi, makaakan terasa monoton, datar dan membosankan. Yang dimaksud intonasi di sini adalahtekanan-tekanan yang diberikan pada kata, bagian kata atau dialog. Dalam tatanan intonasi,terdapat tiga macam, yaitu :1.Tekanan Dinamik (keras-lemah)Ucapkanlah dialog pada naskah dengan melakukan penekanan-penekanan pada setiap katayang memerlukan penekanan. Misainya saya pada kalimat "Saya membeli pensil ini"Perhatikan bahwa setiap tekanan memiliki arti yang berbeda. Misal :
  • SAYA membeli pensil ini. (Saya, bukan orang lain) 
  • Saya MEMBELI pensil ini. (Membeli, bukan, menjual)c)Saya membeli PENSIL ini. (Pensil, bukan buku tulis)
  • Tekanan.Nada (tinggi)Cobalah mengucapkan kalimat/dialog dengan memakai nada/aksen, artinya tidak mengucapkan seperti biasanya. Yang dimaksud di sini adalah membaca/mengucapkan dialog dengan Suara yang naik turun dan berubah-ubah. Jadi yang dimaksud dengantekanan nada ialah tekanan tentang tinggi rendahnya suatu kata.
  • Tekanan TempoTekanan tempo adalah memperlambat atau mempercepat pengucapan. Tekanan ini seringdipergunakan untuk lebih mempertegas apa yang kita maksudkan. Untuk latihannyacobalah membaca naskah dengan tempo yang berbeda-beda. Lambat atau cepat silih berganti.

WARNA SUARA

Hampir setiap orang memiliki warna suara yang berbeda. Demikian pula usia sangatmempengaruhi warna suara. Misalnya saja seorang kakek, akan berbeda warna suaranyadengan seorang anak muda. Seorang ibu akan berbeda warna suaranya dengan anak gadisnya.Apalagi antara laki-laki dengan perempuan, akan sangat jelas perbedaan warna suaranya. Jadi jelaslah bahwa untuk membawakan suatu dialog dengan baik, maka selain harusmemperhatikan artikulasi, gestikulasi dan intonasi, harus memperhatikan juga warna suara.Sebagai latihan dapat dicoba merubah-rubah warna suara dengan menirukan warna suaraseorang tua, pengemis, anak kecil, dan lain sebagainya.


GERAK OLAH TUBUH

Sebelum kita melangkah lebih jauh untuk mempelajari seluk beluk gerak, makaterlebih dahulu kita harus mengenal tentang olah tubuh. Olah tubuh (bisa juga dikatakansenam), sangat perlu dilakukan sebelum kita mengadakan latihan atau pementasan. Dengan berolah tubuh kita akan, mendapat keadaaan atau kondisi tubuh yang maksimal. Selain ituolah tubuh juga mempunyai tujuan melatih atau melemaskan otot-otot kita supaya elastis,lentur, luwes dan supaya tidak ada bagian-bagian tubuh kita yang kaku selama latihan-latihannanti.

 Pelaksanaan olah tubuh :

Pertama sekali mari kita perhatikan dan rasakan dengan segenap panca indera yanakita punyai, tentang segala rakhmat yang dianugerahkan kepada kita. Dengan memakai rasakita perhatikan seluruh tubuh kita, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, yang manasemuanya itu merupakan rakhmat Tuhan yarig diberikan kepada kita.

Sekarang mari kita menggerakkan tubuh kita.
  1. Jatuhkan kepala ke depan. Kemudian jatuhkan ke belakang, ke kiri, ke kanan. Ingatkepala/leher dalam keadaan lemas, seperti orang mengantuk.
  2. Putar kepala pelan-pelan dan rasakan lekukan-lekukan di leher, mulai dari muka.kemudian ke kiri, ke belakang dan ke kanan. Begitu seterusnya dan lakukan berkali-kali. Ingat, pelan-pelan dan rasakan !
  3. Putar bahu ke arah depan berkali-kali, juga ke arah belakang. Pertama satu-persatuterlebih dahulu, baru kemudian bahu kiri dan kanan diputar serentak.
  4. Putar bahu kanan ke arah depan, sedangkan bahu kiri diputar ke arah belakang.Demikian pula sebaliknya.
  5. Rentangkan tangan kemudian putar pergelangan tangan, putar batas siku, putar tangankeseluruhan. Lakukan berkali-kali, pertama tangan kanan dahulu, kemudian tangankiri, baru bersama-sama.
  6. Putar pinggang ke kiri, depan, kanan, belakang. Juga sebaliknya.
  7. Ambil posisi berdiri yang sempurna, lalu angkat kaki kanan dengan tumpuan padakaki kiri. Jaga jangan sampai jatuh. Kemudian putar pergelangan kaki kanan, putar lutut kanan, putar seluruh kaki kanan. Kerjakan juga pada kaki kiri sesuai dengan caradi atas.8)Sebagai pembuka dan penutup olah tubuh ini, lakukan iari-lari di tempat danmeloncat-loncat.
Macam-Macam Gerak :

 Setiap orang memerlukan gerak dalam hidupnya. Banyak gerak yang dapat dilakukanmanusia. Dalam latihan dasar teater, kita juga harus mengenal dengan baik bermacam-macamgerak Latihan-latihan mengenai gerak ini harus diperhatikan secara khusus oleh seseorangyang berkecimpung dalam bidang teater.Pada dasarnya gerak dapat dibagi menjadi dua, yaitu
  1. Gerak teaterikal : Gerak teaterikal adalah gerak yang dipakai dalam teater, yaitu gerak yang lahir darikeinginan bergerak yang sesuai dengan apa yang dituntut dalam naskah. Jadi gerak teaterikalhanya tercipta pada waktu memainkan naskah drama.
  2. Gerak non teaterikal : Gerak non teaterikal adalah gerak kita dalam kehidupan sehari-hari. Gerak yang dipakaidalam teater (gerak teaterikal) ada bermacam-macam, secara garis besar dapat kita bagimenjadi dua, yaitu gerak halus dan gerak kasar.
  • Gerak Halus
Gerak halus adalah gerak pada raut muka kita atau perubahan mimik, atau yanq lebih dikenallagi dengan ekspresi. Gerak ini timbul karena pengaruh dari dalam/emosi, misalnya marah,sedih, gembira, dan sebagainya.
  • Gerak Kasar

Gerak kasar adalah gerak dari seluruh/sebagian anggota tubuh kita. Gerak ini timbulkarena adanya pengaruh baik dari luar maupun dari dalam. Gerak kasar masih dapat dibagimenjadi empat bagian. yaitu :
  1. Business : adalah gerak-gerak kecil yang kita lakukan tanpa penuh kesadaran Gerak inikita lakukan secara spontan, tanpa terpikirkan (refleks). Misalnya : sewaktu kita sedang mendengar alunan musik, secara tak sadar kitamenggerak-gerakkan tangan atau kaki mengikuti irama musik.- sewaktu kita sedang belajar/membaca, kaki kita digigit nyamuk. Secara reflekstangan kita akan memukul kaki yang tergigit nyamuk tanpa kehilangan konsentrasikita pada belajar.
  2. Gestures : adalah gerak-gerak besar yang kita lakukan. Gerak ini adalah gerak yangkita lakukan secara sadar. Gerak yang terjadi setelah mendapat perintah dari diri/otak kita Untuk melakukan sesuatu, misalnya saja menulis, mengambil gelas, jongkok,dsb.
  3. Movement : adalah gerak perpindahan tubuh dari tempat yang satu ke tempat yanglain. Gerak ini tidak hanya terbatas pada berjalan saja, tetapi dapat juga berupa berlari, bergulung-gulung, melompat, dsb.
  4. Guide : adalah cara berjalan. Cara berjalan disini bisa bermacam-macam. Cara berjalan orang tua akan berbeda dengan cara berjalan seorang anak kecil, berbeda pula dengan cara berjalan orang yang sedang mabuk, dsb.Setiap gerakan yang kita lakukan harus mempunyai arti, motif dan dasar. Hal ini harus benar-benar diperhatikan dan harus diyakini benar-benar oleh seorang pemain apa maksuddan maknanya ia melakukan gerakan yang demikian itu. Dalam latihan gerak, kita mengenallatihan “
 gerak-gerak dasar

”. Latihan mengenai gerak-gerak dasar ini kita bagi menjadi tiga bagian, yaitu :- Gerak dasar bawah : posisinya dalam keadaan duduk bersila. Di sini kita hanya boleh bergerak sebebasnya mulai dari tempat kita berpijak sampai pada batas kepala kita.- Gerak dasar tengah : posisi kita saat ini dalam keadaan setengah berdiri. Di sini kitadiperbolehkan bergerak mulai dari bawah sampai diatas kepala.- Gerak dasar atas : di sini kita boleh bergerak sebebas-bebasnya tanpa ada batas.Dalam melakukan gerak-gerak dasar diatas kita dituntut untuk berimprovisasi /menciptakan gerak-gerak yang bebas, indah dan artistik.

 Latihan-latihan gerak yang lain :
  1. Latihan cermin : Dua orang berdiri berhadap-hadapan satu sama lain. Salah seorang lalu membuatgerakan dan yang lain menirukannya, persis seperti apa yang dilakukan temannya, seolah-olah sedang berdiri didepan cermin. Latihan ini dilakukan bergantian.
  2. Latihan gerak dan tatap mata : Sama dengan latihan cermin, hanya waktu berhadapan mata kedua orang tadi salingtatap, seolah kedua pasang mata sudah saling mengerti apa yang akan digerakkan nanti.
  3. Latihan melenturkan tubuh : Seseorang berdiri dalam keadaan lemas. Kemudian seorang lagi membantumengangkat tangan temannya. Setelah sampai atas dijatuhkan. Dapat juga sebelumdijatuhkan lengan / tangan tersebut diputar-putar terlebih dahulu.
  4. Latihan gerak bersama : Suatu kelompok yang terdiri dari beberapa orang melakukan gerakan yang samaseperti dilakukan oleh pemimpin kelompok tersebut, yang berdiri didepan mereka.
  5. Latihan gerak mengalir : Suatu kelompok yang terdiri beberapa orang saling bergandengan tangan, membentuk lingkaran. Kemudian salah seorang mulai melakukan gerakan ( menggerakkan tanganatau tubuh ) dan yang lain mengikuti gerakan tangan orang yang menggandengtangannya. Selama melakukan gerakan, tangan kita jangan sampai terlepas dari tanganteman kita. Latihan ini dilakukan dengan memejamkan mata dan konsentrasi, sehinggaakan terbentuk gerakan yang artistik.
GERAK DAN VOKAL

 Setelah kita berlatih tentang vokal dan gerak secara terpisah, maka sekarang kitamencoba untuk memadukan antara vokal dan gerak. Banyak bentuk-bentuk latihan yangdapat dilakukan, antara lain mengucapkan kalimat yang panjang sambil berlari-lari,melompat, jongkok, bergulung-gulung, atau juga bisa dengan memutar-mutar kepala,memutar-mutar tubuh, dan sebagainya. Latihan ini berguna sekali bagi kita pada waktuacting. Tujuannya adalah agar vokal dan gerak kita selalu serasi, agar gerak kita tidak terlalu banyak berpengaruh pada vokal.

OBSERVASI

 Observasi adalah suatu metode untuk mempelajari / mengamati seorang tokoh.Bagaimana tingkah lakunya, cara hidupnya, kebiasaannya, pergaulannya, cara bicaranya, dsb.Setelah kita mengenal segala sesuatu tentang tokoh tersebut, kita akan mengetahui wujud daritokoh itu. Setelah itu baru kita menirukannya. Dengan demikian kita akan menjadi tokohyang kita ingini.

ILUSI

 Ilusi adalah bayangan atas suatu peristiwa yang akan terjadi maupun yang telah terjadi, baik yang dialami sendiri maupun yang tidak. Kejadian itu dapat berupa pengalaman, hasilobservasi, mimpi, apa yang dilihat, dirasakan, ataupun angan-angan, kemungkinan-kemungkinan, ramalan, dan lain sebagainya.
Cara-cara melatihnya antara lain :
  • Menyampaikan data-data tentang suatu kecelakaan, kebakaran, dsb. 
  • Bercerita tentang perjalanan keliling pulau Jawa, ketika dimarahi guru, dsb.
  • Menyampaikan pendapat tentang lingkungan hidup, sopan santun dikampung, dsb.
  • Menyampaikan keinginan untuk menjadi raja, polisi, dewa, burung, artis, dsb.
  • Berangan-angan bahwa kelak akan terjadi perang antar planet, dsb.

IMAJINASI

 Imajinasi adalah suatu cara untuk menganggap sesuatu yang tidak ada menjadi seolah-olah ada. Kalau ilusi obyeknya adalah peristiwa, maka imajinasi obyeknya benda atau sesuatuyang dibendakan. Tujuannya adalah agar kita tidak hanya selalu menggantungkan diri pada benda-benda yang kongkrit. Juga diatas pentas, penonton akan melihat bahwa apa yangditampilkan tampak benar-benar terjadi walaupun sesungguhnya tidak terlihat, benar-benar dialami sang pelaku. Kemampuan untuk berimajinasi benar-benar diuji bilamana kita sedangmemainkan sebuah pantomim.Sebagai contoh, dalam naskah OBSESI, terjadi dialog antara pemimpin koor denganroh suci. Roh suci disini hanya terdengar suaranya, tetapi pemain harus menganggap bahwaroh suci benar-benar ada. Dalam contoh lain dapat kita lihat pada sebuah naskah yangdidalamnya terdapat sebuah dialog.
Sebagai latihan dapat dipakai cara-cara sebagai berikut :
  1. Sebutkan sebanyak mungkin benda-benda yang terlintas di otak kita. Jangan sampaimenyebutkan sebuah benda lebih dari satu kali.
  2. Sebutkan sebuah benda yang tidak ada disekitar kita kemudian bayangkan dansebutkan bentuk benda itu, ukurannya, sifatnya, keadaannya, warna, dsb.
  3. Menganggap atau memperlakukan sebuah benda lain dari yang sebenarnya.Contohnya, menganggap sebuah batu adalah suatu barang yang sangat lucu, baik itu bentuknya, letaknya, dsb. Sehingga dengan memandang batu tersebut kita jadi tertawaterpingkal-pingkal.
  4. Menganggap sesuatu benda memiliki sifat yang berbeda-beda. Misalnya sebuah pensilrasanya menjadi asin, pahit, manis kemudian berubah menjadi benda yang panas,dingin, kasar, dsb


EMOSI

 Emosi dapat diartikan sebagai ungkapan perasaan. Emosi dapat berupa perasaan sedih,marah, benci, bingung, gugup, dsb. Dalam drama, seorang pemain harus dapatmengendalikan dan menguasai emosinya. Hal ini penting untuk memberikan warna bagitokoh yang diperankan dan untuk menunjang karakter tokoh tersebut. Emosi juga sangatmempengaruhi tubuh, yaitu tingkah laku, roman muka (ekspresi), pengucapan dialog, pernapasan, niat. Niat disini timbul setelah emosi itu terjadi, misalnya setelah marah makatinbul niat untuk memukul, dsb.

PENGHAYATAN

 Penghayatan adalah mengamati serta mempelajari isi dari naskah untuk diterpakantubuh kita. Misalnya pada waktu kita berperan sebagai Pak blank yang berprofesi sebagai polisi, maka saat itu kita tidak lagi berperan sebagai diri kita sendiri melainkan menjadi Pak blank yang berprofesi sebagai polisi. Hal inilah yang harus kita terapkan dengan baik jikakita akan memainkan sebuah naskah drama.

Cara-cara yang dipergunakan dalam penghayatan adalah :

  1. Pelajari naskah secara keseluruhan, supaya dapat mengetahui apa yang dikehendakioleh naskah, problema apa yang ditonjolkan, serta apa titik tolak dan inti dari naskah.
  2. Melakukan gerak serta dialog yang terdapat dalam naskah. Jadi disini kita sudahmendapat gambaran tentang akting dari tokoh yang akan kita perankan.Sebagai latihan cobalah membaca sebuah naskah / dialog dengan diiringi musik sebagai pembantu pemberi suasana. Hayati dulu musiknya baru mulailah membaca.











Keterangan : Salam budaya,, inilah proses latihan rutin Dasar Teater di  UKM Teater Kodok STMT Trisakti. Mudah-mudahan dapat berbagi dan bermafaat bagi pembaca sekalian.. dan Tetap Budayakan Karya Yang Berbudaya.. Tertanda UKM Teater Kodok STMT Trisakti, DUNIA TANPA BATAS.. Salam Budaya!!!



Sumber : Eko Santoso, S.Sn,, Temu Teater Mahasiswa Nusantara,, Arisan Teater Kampus Jakarta




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar